Statistik Pendidikan

TEKNIK SEMPLING, VALIDITAS DAN REABILITAS

Teknik Sampling

 

Pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat berfungsi sebagai contoh atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya. Adapaun cara-cara pengambilan sampel penelitian ini dapat dilakukan sebagai berikut:

 

  1. 1.      Sampel Random

Teknik smapling ini diberi karena di dalam pengambilan sampelnya, peneliti “ mencampur” subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Dengan demikian maka peneliti member hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih sebagai sampel. Oleh karena itu setiap subjek sama, maka peneliti terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa subjek untuk dijadikan sampel. Untuk sampel random dapat kita lakukan dengan salah satu cara berikut :

  1. Undian

Mengambilan ini menggunakan kertas-kertas kecil, satu nomor untuk satu kertas. Nomor– nomor tersebut di undikan. Sehingga nomor- nomor yang tertera pada gulungan kertas terambil itulah yang merupakan nomor subjek sampel penelitian kita.

 

  1. Ordinal ( ringkatan sama)

Misalkan dalam penelitian kita membutuhkan 200 sampel dari 1000 populsi. Dari 1000 subjek kita beri nomor, sedangkan kita membuat 5 gulungan kertas dari nomor 1,2, 3 , 4, 5. Kita ambil satu, misalkan yang keluar adalah angka 4. Dengan demikian maka kita ambil nomor dengan melompat setiap  subjek, mulai dari 4, lalu 9, 14, 19, dst, dan jika kita sudah mencapai nomor terbawah tapi belum diperolh 200 subjek, kita kembali ke atas lagi.

 

  1. Menggunakan tebel bilangan random

Angka-angka tersebut dapat dicari letaknya menurut baris dan kolom.

 

 

  1. Sampel Berstrata  atau Stratified Sample

apabila peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan- tingkatan atau strata, maka pengambilan sampel tidak  tidak bolah dilakukan secara random. Adanya starat, tidak boleh diabaikan, dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel

 

  1. 3.      Sampel Wilayah atau Area Probability Sampel

Seperti halnya pada sampel berstrata dilakukan apabila ada perbedaan yang satu deangan strata lain, maka dapat dlakukan sampel wilaya apabila ada perbedaan cirri anta wilayah satu dengan wilayah yang lain.

Sampel wilayah adalah teknik sampling yang dilkukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi.

 

  1. 4.      Propotional Sampel

Teknik pengambilan sampel proporsi atau ampel imbangan ini dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik smpel berstrata atau sampel wilayah.  Pada umunya teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian memang tidak tunggal, tetapi gabungan dari 2 atau 3 teknik. Teknik pengambilan sampel seperti ini disebut stratifield proportional random sampling.

 

 

  1. 5.      Sampel Bertujuan atau Purposive Sampel

Sampel bertujuan dilkukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan  karena beberapa pertimbangan misalnya keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh.

 

  1. 6.      Sampel Kuota atau Quota Sample

Teknik sampling ini juga dilakukan tidak mendasark diri pada starta atau daerah, tetapi mendasarkan diri pada jumlah yang ditentukan. Dalam mengumpulkan data, peneliti menghubungi subjek yang memenuhi persyaratan cirri-ciri populasi, tanpa menghiraukan darimana asal subjek tersebut. Yang terpenting diperhatikan di sisni adalah terpenuhi jumlah yang telah ditetapkan.

  1. 7.      Sampel Kelompok atau Cluster Sample

Jika ditemukan anggota populasi berhimpun dalam bentuk gugus-gugus  atau cluster, maka pengambilan sampel harus mendatangi cluster masing-masing.

 

  1. 8.      Sampel Kembar atau Double Sample

Sampel kembar adalah dua buah sampel yang sekaligus di ambil oleh peneliti dengan tujuan untuk melengkapi jumlah appabila ada data yang tidak masuk dari sampel pertama, atau untuk mengadakan pengecekan terhadap kebenaran data dari sampel pertama.

 

 

 

 

Validitas Dan Reabilitas

 

Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Suatu instrument yang valid mempunyai validitas yang tinggi dan sebaliknya bila tingkat validitasnya rendah maka intrumen terebut kurang valid. Sebuah intrumen dikatakn valid apabila mampu mengukur apa yang hendak diukur/diinginkan. Validitas terbagi dalam validitas internal dan validitas eksternal

 

Reabilitas

Reabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrument dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah dianggap baik. Reabilitas artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan. Sehingga beberapa kali diulang pun hasilnya akan tetap sama.

 

Langka – langkah pengerjan validitas dan reabilitas dengan spss sebagai berikut:

  1. Aktifkan program SPSS 16 sehingga Nampak spredsheet.
  2. Tuliskan nama variabel pada “variable view” kemudian masukkan datanya pada “data view“.
  3. Masih pada kotak Reability Analysis, klik menu statistic dan aktifkan menu “item, scale, dan scale item deleted” pada Descriptive for.
  4. Jika sudah mendestinasikan, klik continue sehingga kembali ke kotak Reability Analysis.
  5. Klik Ok, sehingga hasilnya pada out viewer.
  1. Pilih “Analyze”, kemudian pilih “Scale”, pilih  Reliability Analyze
  2. Muncul kotak “Reliability Analyze”,  masukkan variabel pada kotak “item” untuk kotak model pilihlah “alpha“.

Interpretasi Output Uji Validitas Dan Reliabilitas
Untuk mengetahui soal yang di ujikan valid dan tidak valid, maka dapat dilihat dari  nilai korelasi pada hasil output pada Corrected Item-Total Correlation  pada tabel output “item-total statistics” kemudian nilai korelasi tersebut dibandingkan dengan table corelasi product moment  dengan df = n-1  dengan taraf signifikansi alpha 5% . Jika nilai korelasi pada ” Corrected Item-Total Correlation” lebih besar dari r tabel maka soal-soal di katakan valid.

 

Sedangkan untuk uji reliabilitas dapat dilihat dari hasil output pada tabel “Reliability Statistics”. Jika nila r pada Cronbach’s Alpha > r tabel maka kuasioner dikatakan reliabel

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s