Astronomi

Bintik matahari

Pengamatan Matahari dengan menggunakan teleskop sederhana dengan dilengkapi filter peredam cahaya Matahari. Dipermukaan Matahari terlihat bercak-bercak gelap sehingga fotosfer tidak kelihatan tidak mulus. Daerah-daerah ini dinamakan Bintik matahari. Bintik matahari bukanlah daerah yang tidak memancarkan cahaya. Temperatur didaerah ini lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya (3000-4500)0C sehingga terlihat lebih gelap. Bintik hitam terjadi karena adanya aktivitas magnetik pada matahari terjadi karena rotasi matahari di daerah khatulistiwa lebih cepat dibandingkan dengan daerah kutubnya, akibatnya garis magnetik mengalami pembelokan, dan menyebabkan terbentuknya bidang magnetik yang lebih besar, bidang magnetik itu lalu menghambat peredaran panas matahari ke permukaan, dan memunculkan Bintik matahari dengan temperatur yang lebih rendah. Bintik matahari terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pusat yang paling gelap bernama Umbra, dan di kelilingi bagian yang lebih terang bernama Penumbra. Bintik matahari bisa berukuran sangat besar, diameternya bisa mencapai 10.000 km (Karttunen, 2006:270).

Selanjutnya, Bintik matahari yang berukuran kecil memiliki umur yang sangat singkat, hanya memiliki umur satu atau dua hari. Sedangkan Bintik matahari yang berukuran besar dan memiliki umur lebih dari dua hari. Pada pengamatan kontinu menunjukkan bahwa pasangan Bintik matahari ini terlihat bergerak ke arah ekuator Matahari. Bintik yang lebih dekat dengan ekuator disebut leading spot, sedangkan yang lebih jauh dinamakan following spot. Kedua bintik ini memiliki polaritas magnet yang saling berlawanan, yang satu mengarah ke kutub utara Matahari dan yang satu mengarah ke kutub selatan Matahari (Admiranto,2009:23).

Berdasarkan bagian dan jenisnya Bintik matahari memiliki pengaruh terhadap cuaca salah satunya di Indonesia, ini dijelaskan oleh Christiani dalam (Basyaruddin dan S. Effendy, 2007) hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaruh sunspot terhadap keadaan curah hujan dan radiasi harian di beberapa tempat di Indonesia menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan, dimana sunspot mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keadaan curah hujan dan radiasi harian.

Dampak lain yang ditimbulkan oleh Bintik matahari bagi kehidupan dibumi dijelaskan dalam Yatini berdasarkan hasil penelitian (Mumpuni dan Utama, 2011), menyatakan bahwa salah satu ciri aktivitas Matahari ditandai dengan kemunculan Bintik matahari. Bintik matahari yang muncul dipermukaan Matahari dapat memicu timbulnya ledakan Matahari berupa flare maupun lontaran massa korona (Coronal Mass Enjection). Peristiwa CME dapat merusak jaringan listik, mengganggu komunikasi, dan mengakibatkan sejumlah alat penerima GPS (Global Positioning System) menjadi beroperasi dengan tidak akurat.

Untuk mendapatkan gambar dari struktur serta analisis dampak dari Bintik matahari diperlukan alat yaitu detektor. Detektor yang sering digunakan dalam penelitian Astronomi yakni CCD dan CMOS.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s