Astronomi

Cara Memotret matahari
Matahari adalah salah satu objek paling mudah untuk memotret seperti itu adalah sumber terbesar dari cahaya alami kita. tetapi sumber ini cahaya bisa sangat berbahaya.
Filter harus digunakan. Jenis yang paling aman adalah filter matahari, dirancang untuk menutupi seluruh lensa objektif atau cermin, atau sebagian besar (lihat gambar 4.9). beberapa filter solar yang dipasang di tutup yang menutupi ujung teleskop. Ini filter matahari dapat dibeli di Amerika Serikat dari pengiklan di Astronomi, langit & teleskop dan orang lain jurnal astronomi.

Cara paling aman untuk mengamati dan memotret matahari adalah dengan proyeksi lensa mata. Gambar matahari di hanya diproyeksikan ke menggunakan kartu putih, banyak teleskop datang dengan layar proyeksi matahari. Ukuran gambar matahari dapat diubah dengan meningkatkan jarak kartu atau layar dari lensa mata untuk memberikan gambar yang lebih besar, atau dengan menggunakan lensa dengan panjang fokus lebih pendek. Misalnya, menggunakan lensa 66 mm bukan salah satu dari 12 mm akan memberikan gambar yang diproyeksikan lebih besar. Sebuah bacaan ringan meter dapat diambil langsung dari gambar matahari pada kartu. Sebuah film-butiran halus sangat lambat harus berada pada kisaran masing-masing paparan dan mencatat semua keterangan.

Foto yang matahari melalui filter penuh aperture menyajikan kesulitan baru. Kebanyakan penuh aperture saringan dirancang untuk melihat langsung. Ini berarti bahwa jumlah cahaya yang diizinkan untuk melewati teleskop cukup untuk mata, tetapi jauh terlalu redup 1000 Film akan melakukan dengan baik.

Beberapa produsen menjual filter dikontrol yang tampaknya telah memecahkan masalah keterbatasan cahaya. Anda langsung saja pencet jumlah cahaya yang diperlukan untuk setiap pembesaran dan mengekspos sesuai.

Iklan

Astronomi

Bintik matahari

Pengamatan Matahari dengan menggunakan teleskop sederhana dengan dilengkapi filter peredam cahaya Matahari. Dipermukaan Matahari terlihat bercak-bercak gelap sehingga fotosfer tidak kelihatan tidak mulus. Daerah-daerah ini dinamakan Bintik matahari. Bintik matahari bukanlah daerah yang tidak memancarkan cahaya. Temperatur didaerah ini lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya (3000-4500)0C sehingga terlihat lebih gelap. Bintik hitam terjadi karena adanya aktivitas magnetik pada matahari terjadi karena rotasi matahari di daerah khatulistiwa lebih cepat dibandingkan dengan daerah kutubnya, akibatnya garis magnetik mengalami pembelokan, dan menyebabkan terbentuknya bidang magnetik yang lebih besar, bidang magnetik itu lalu menghambat peredaran panas matahari ke permukaan, dan memunculkan Bintik matahari dengan temperatur yang lebih rendah. Bintik matahari terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pusat yang paling gelap bernama Umbra, dan di kelilingi bagian yang lebih terang bernama Penumbra. Bintik matahari bisa berukuran sangat besar, diameternya bisa mencapai 10.000 km (Karttunen, 2006:270).

Selanjutnya, Bintik matahari yang berukuran kecil memiliki umur yang sangat singkat, hanya memiliki umur satu atau dua hari. Sedangkan Bintik matahari yang berukuran besar dan memiliki umur lebih dari dua hari. Pada pengamatan kontinu menunjukkan bahwa pasangan Bintik matahari ini terlihat bergerak ke arah ekuator Matahari. Bintik yang lebih dekat dengan ekuator disebut leading spot, sedangkan yang lebih jauh dinamakan following spot. Kedua bintik ini memiliki polaritas magnet yang saling berlawanan, yang satu mengarah ke kutub utara Matahari dan yang satu mengarah ke kutub selatan Matahari (Admiranto,2009:23).

Berdasarkan bagian dan jenisnya Bintik matahari memiliki pengaruh terhadap cuaca salah satunya di Indonesia, ini dijelaskan oleh Christiani dalam (Basyaruddin dan S. Effendy, 2007) hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaruh sunspot terhadap keadaan curah hujan dan radiasi harian di beberapa tempat di Indonesia menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan, dimana sunspot mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keadaan curah hujan dan radiasi harian.

Dampak lain yang ditimbulkan oleh Bintik matahari bagi kehidupan dibumi dijelaskan dalam Yatini berdasarkan hasil penelitian (Mumpuni dan Utama, 2011), menyatakan bahwa salah satu ciri aktivitas Matahari ditandai dengan kemunculan Bintik matahari. Bintik matahari yang muncul dipermukaan Matahari dapat memicu timbulnya ledakan Matahari berupa flare maupun lontaran massa korona (Coronal Mass Enjection). Peristiwa CME dapat merusak jaringan listik, mengganggu komunikasi, dan mengakibatkan sejumlah alat penerima GPS (Global Positioning System) menjadi beroperasi dengan tidak akurat.

Untuk mendapatkan gambar dari struktur serta analisis dampak dari Bintik matahari diperlukan alat yaitu detektor. Detektor yang sering digunakan dalam penelitian Astronomi yakni CCD dan CMOS.